Cara Ternak Burung Cockatiel

Cara Ternak Burung Cockatiel
Cara Ternak Burung Cockatiel
Cockatiel merupakan jenis burung yang menarik untuk dipelihara dan dikembangbiakkan. Para penggemar biasanya suka dengan kepintaran burung ini.
Dengan begitu dapat dijadikan sebagai teman bermain di rumah yang menghibur Untuk mengembangbiakkannya, berikut ini cara ternak burung cocatiel agar sukses.

Pemilihan Indukan

Di dalam memilih calon indukan sebaiknya harus matang kelamin dan sudah memasuki umur ideal untuk jantan dan betina yakni sekitar 12 sampai dengan 15 bulan.
Jangan memilih indukan yang belum masuk 12 bulan. Untuk indukan jantan sebaiknya lebih tua dari pada yang betina agar tidak kalah dalam segi mental apabila disatukan dalam kandang.

Membedakan Jantan dan Betina

Burung parkit australia yang warna aslinya abu abu lebih mudah dibedakan jenis kelaminnya yaitu dari warna area wajah. Untuk perbedaan jenis burung cockatiel yang jantan memiliki warna bulu pada bagian wajah kuning cerah dan untuk betina juga punya warna kuning pucat.
Warna bulu jantan sebagian besar berwarna abu abu gelap dan untuk betina berwarna abu abu kusam atau terkadang coklat kelabu. Di bagian bulu ekor betina terdapat pola bergaris di bagian bawah.

Penjodohan Parkit Australia

Sesudah memperoleh indukan terbaik, maka cara ternak burung cockatiel bisa dilanjutkan dengan proses penjodohan. Proses ini dilakukan tanpa gelodok maupun kotak sarang pada kandang budidaya.
Gelodong baru akan dimasukkan setelah burung jantang dan betina tampak berjodoh atau sudah bisa menerima calon pasangannya.

Kandang Budidaya

Cara ternak burung cockatiel selanjutnya anda harus memberikan kandang budidaya yang sesuai. Untuk kandangnya dapat menggunakan kandang koloni atau aviary.
Untuk budidaya burung cockatiel atau parkit australia, tidak perlu ditambahkan dengan tanaman hidup atau buatan dalam kandang.
Untuk membudidayakan jenis burung ini hanya perlu dilengkapi dengan tenggeran pada bagian dalam kandang dan juga kotak sarang maupun gelodok.
Jika ingin ternak burung cockatiel sebanyak beberapa pasang, maka kandang aviary merupakan pilihan terbaik yang dapatanda pakai.
Kemudian bagi pemula tidak perlu repot saat memilih indukan karena pada umumnya mereka dapat mencari pasangannya sendiri sehingga tidak harus repot untuk melakukan penjodohan.

Perkawinan Burung Parkit Australia

Perkawinan burung cockatiel terjadi sesudah jantan tertarik dengan betina dan betina kerap terlihat membungkukkan badan. Selain itu juga tampak mengangkat ekor-nya.
Yang mana ini menjadi pertanda pasangan tersebut siap kawin. Agar perkawinan berjalan dengan baik, sebaiknya perksa kuku dari burung jantan agar tidak begitu panjang. Sebab akan menyakiti betina yang akan mengganggu proses perkawinan.

Proses Parkit Australia Bertelur

Setelah proses perkawinan selama beberapa kali, induk betina akan bertelur sesudah beberapa hari selanjutnya.
Sekarang ini waktunya untuk menyediakan bak air yang akan dipakai betina untuk berendam. Sebab induk hendak melembabkan sarang serta telur telur-nya.

Proses Inkubasi Telur Cockatiel

Proses Inkubasi Telur Cockatiel
Proses Inkubasi Telur Cockatiel
Sedangkan untuk proses inkubasi biasanya berlangsung dari mulai 18 sampai dengan 21 hari. Itu akan dilakukan betina dan jantan dengan bergantian dan bahkan dilakukan bersama sama.
Setelah telur menetas, maka induk tidak langsung memberi makan anak burung selama 8 sampai 12 jam. Sebab akan menghabiskan persediaan makanan yang ada di dalam telur.

BUDIDAYA BUNGA DAN BERBISNIS BUNGA


Berbisnis bunga merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Karena bunga sudah mulai banyak peminatnya. Harganya pun ada yang murah ada juga yang mencapai puluhan juta rupiah, tergantung jenis bunganya. Nah namun hal ini akan sengat menguntngkan jika kita pandai dalam merawat bunga.http://tipspetani.blogspot.com/

Bunga Segar dapat tumbuh mekar bila kita rajin merawatnya. Perawatan ini tidak hanya disiram dengan air saja tetapi membutuhkan perawatan yang lebih jika bunga ingin tetap mekar, indah dan tidak layu. Berikut ini cara-cara merawat Bunga Segar:

Bunga dalam pot atau vas 
· Bersihkan dahulu pot atau vas bunga (Florist), karena pot atau vas harus dalam keadaan bersih

· Jika bunga ingin ditanam dalam pot, masukkan tanah dan pupuk secukupnya agar tanaman tumbuh dan berbunga. Sedangkan vas bunga hanya diisi air bersih untuk merendam bunga.
· Menyiramnya dengan air.Akan lebih bagus jika menyiramnya dengan air hangat.
· Memotong ujung batang tanaman sampai runcing agar air meresap pada tanaman melalui batang.

· Hindarkan Florist Bunga dari panas atau sinar matahari secara langsung supaya bunga (Florist) tidak cepat layu atau mati. Sinar matahari yang bagus untuk tanaman bunga yaitu antara pukul 7 pagi sampai 11 siang. Setelah itu bunga sebaiknya dipindahkan ke tempat yang lebih teduh.http://tipspetani.blogspot.com/

· Pindahkan letak daun apabila menyentuh permukaan air yang ada dalam vas bunga untuk menghindari berkembangnya bakteri dalam vas.
· Penyiraman bunga (Bunga Kering) sebaiknya dilaku kan setiap hari, pada pagi atau sore hari.

Kebun bunga 
Dalam membuat kebun atau taman bunga, pastikan kita mendapatkan tanah yang subur untuk menanam tumbuhan atau bunga. Tanah yang subur bisa dihasilkan bila diberikan pupuk yang cukup, seperti pupukkompos. Selain itu jangan biarkan rumput-rumpur liar tumbuh di kebun (Florist Decoration).
CARA MEMBELI

Anda bisa membeli melewati :
1. blog ini
2. Tokopedia
3. Bukalapak
4. Lazada
KONTAK :

Anda bisa hubungi nomor di bawah ini :
1. 08182345667
2. 08123746909
3. 08132456789

Aneka Jenis Produk Rekayasa Teknologi Tepat Guna

Teknologi tepat guna merupakan teknologi yang dirancang dan dikembangkan berdasarkan pada aspek-aspek lingkungan , sosial, budaya, ekonomi, dan etika masyarakat pengguna. Hemat sumber daya, minim dampak polutif, mudah penggunaan dan perawatannya merupakan bagian yang menjadi perhatian. Karya rekayasa inovatif dibuat untuk mempermudah dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pembuatan prokduk, diantaranya berupa produk pengolahan hasil pertanian, perkebunan, perikanan, limbah perkebunan yang semua itu merupakan bagian solusi guna berproduksi. beberapa contoh aneka produk karya rekayasa inovatif yang menggunakan teknologi tepat guna antara lain, seperti berikut.

a. Alat Pencetak Briket

Alat pencetak briket adalah kempa yang berfungsi mencetak tepung arang dengan ukuran mesh tertentu yang telah dicampur dengan perekat kanji sehingga menjadi briket arang dengan ukuran dan bentuk tertentu seperti: kubus, bulat tepung, dan atau bulat pepat. tekanan yang dihasilkan oleh kempa dapat berasal dari hidrolik maupun tekanan mekanik menggunakan ulir.

b. Alat Pengering Hasil Pertanian

Alat pengering hasil pertanian, merupakan modifikasi alat dengan alat utama sumber panas, untuk mengurangi kadar air hasil pertanian dan baki (tray). yang berfungsi sebagai “alas jemur” pada proses penjemuran secara alami serta blower yang berfungsi menghantarkan panas melalui saluran tertentu (selang) sehingga mengenai permukaan produk yang akan dikeringkan.

c. Alat Pengambilan Zat Warna Alam Indigo

Proses pengambilan zat warna alam indigo pada dasarnya adalah bagaimana melakukan aerasi pada cairan hasil rendaman daun dari tanaman indigofera tinctoria.L. sirkulasi air dengan meggunakan pompa memungkinkan terjadinya proses aerasi.

d. Alat Pembuatan Tepung

Alat pembuat tepung arang, terdiri atas dua komponen utama, yaitu penghalus, dan penyaring. penghalus dapat berupa grind, yaitu pertemuan dua buah logam yang berputar berlawanan arah dan menghancurkan arang benda yang hendak dhaluskan. penyaring berfungsi mengayak arang dengan ukuran mesh tertentu.

e. Alat Perajang Sampah Organik

Alat perajang sampah biasanya berbentuk rol ganda yang berputar berlawanan dan diberi bilah berbentuk pisau, dimakksudkan untuk memperkecil ukuran agar lebih mudah melapuk pada proses pembuatan pupuk kompos.

f. Alat Pengurai Serat Sabut Kelapa

Bentuknya terdiri atas rol tunggal yang diberi paku-paku panjang untuk mengurai sabut kelapa sehingga terpisah dari serbuknya.

g. Alat Pengepres dalam Pembuatan Baglog

Prinsip alat ini  sama dengan pencetak briket, yaitu berbentuk kempa (tekanan) yang dihasilkan baik dari tenaga hidrolik maupun mekanik.

Manfaat Produk Rekayasa Inovasi Teknologi Tepat Guna

Manfaat karya rekayasa teknologi tepat guna:
a. keberadaan karya rekayasa teknologi tepat guna memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat yang menggunakannya.
b. solusi bagi peningkatan produktifitas dan efektifitas dalam menjalankan produksi usaha rumahan (home industry), industry kecil dan menengah (IKM).
c. Memberikan kemudahan, meningkatkan kualitas dan jumlah dalam berproduksi.
d. Memacu kreatifitas dan inovatif pembuatnya untuk terus berkaya mencapai optimal.
e. Terciptanya lapangan pekerjaan untuk mewujudkan karya inovasi.

Dengan hadirnya aneka produk inovasi teknologi tepat guna, kita bisa menggunakan sekaligus mendapatkan manfaat dari alat tersebut, diantaranya kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
BUDIDAYA IKAN

Budi daya ikan adalah salah satu bentuk budi daya perairan yang khusus membudidayakan ikan di tangki atau ruang tertutup, biasanya untuk menghasilkan bahan panganikan hias, dan rekreasi (pemancingan). Ikan yang paling banyak dibudidayakan adalah ikan massalmonlele, dan tilapia (sejenis ikan nila).[1]
Terdapat permintaan yang tinggi untuk ikan di seluruh dunia sehingga menyebabkan overfishing di sektor perikanan tangkap. Budi daya ikan menyediakan sumber alternatif penyediaan ikan. Namun, budi daya ikan karnivora seperti salmon tidak selalu mengurangi usaha perikanan tangkap karena nutrisi yang dibutuhkan ikan salmon spesifik dan seringkali sulit dibudidayakan, seperti ikan kecil yang mengandung minyak ikan yang menjadi mangsa utama ikan salmon di alam liar. Namun ilmuwan kini telah mengembangkan pakan alternatif berbasis tumbuhan untuk budi daya ikan karnivora.[2]
Berdasarkan data FAO, total ikan yang dibudidayakan secara global pada tahun 2008 mencapai 33,8 juta ton dengan nilai mencapai US$60 miliar.[3]

Kandang[sunting | sunting sumber]

Kandang ikan adalah kandang yang ditempatkan di danau, kolamsungai, atau laut untuk melindungi ikan hingga ikan siap dipanen.[6][7] Kandang dapat didesain dari berbagai jenis bahan. Ikan yang dipelihara di dalam kandang dapat diberi pakan maupun dibiarkan memakan pakan yang datang dari lingkungan sekitarnya. Tipe pemeliharaan dengan kandang memiliki keuntungan yaitu dapat dipelihara sesuai dengan habitat ikan tersebut (air tawar, payau, atau laut) sehingga spesies ikan yang dipelihara sangat beragam. Kandang ikan juga dapat dipelihara bersamaan dengan pemanfaatan air lainnya seperti rekreasi dan irigasi.[6] Kekurangan sistem kandang adalah risiko lepasnya ikan ke lingkungan. Jika spesies ikan yang dipelihara bukan spesies endemik, dapat menjadi spesies invasif.[6] Pencemaran perairan setempat dapat menjadi risiko bagi ikan yang dipelihara dan begitu juga sebaliknya, pemeliharaan ikan dapat menyebabkan pencemaran lokal, terutama dari sisa pakan dan obat-obatan. Penyakit dan hama dapat berpindah lebih mudah dari lingkungan ke kandang dan sebaliknya.
Logam paduan tembaga banyak digunakan sebagai bahan untuk membuat kandang karena memiliki sifat antimikroba dan algasida sehingga dapat mencegah menempelnya organisme di rangka kandang (biofouling)

Budi daya ikan komposit[sunting | sunting sumber]

Budi daya ikan secara komposit adalah teknologi yang dikembangkan di India pada tahun 1970an dengan mendayagunakan ikan lokal dan ikan non-lokal yang dikombinasikan. Ikan-ikan tersebut dipilih karena memiliki jenis makanan dan cara makan yang berbeda-beda. Pada percobaan di India, ikan yang digunakan adalah Cirrhinus cirrhosus dan ikan mas sebagai konsumen dasar kolam, ikan Labeo rohita yang memakan di antara permukaan dan dasar kolam, dan ikan Catla catla dan Hypophthalmichthys molitrix sebagai konsumen permukaan. Ikan yang mampu memakan feses dari ikan lain juga bisa dipelihara sehingga meningkatkan efisiensi pakan. Metode ini mampu memproduksi hingga 6000 kg ikan per hektare per tahun.[8][9]

Permasalahan[sunting | sunting sumber]

Permasalahan pada budi daya ikan pada dasarnya sama dengan permasalahan pada budi daya perairan. Yang paling menonjol adalah efisiensi pada budi daya ikan karnivora, seperti budi daya salmon, yang membutuhkan nutrisi lebih banyak dari yang dihasilkannya. Namun kebutuhan pasar terhadap ikan salmon masih tinggi sehingga pembudidayaan masih berkembang. Para pembudi daya sudah mampu mensubstitusi protein menggunakan sumber dari tumbuhan, namun kebutuhan lemak, terutama Omega 3, masih sulit untuk dipenuhi dari sumber tumbuhan sehingga masih membutuhkan suplai dari hewani.
Permasalahan berikutnya adalah kepadatan ikan yang dipelihara jauh melebihi kepadatan di habitat alaminya, hingga mencapai 6 ekor per meter persegi.[10] Kepadatan yang tinggi dapat menyebabkan luka pada ikan karena tingginya kontak dan gesekan antar ikan dan dengan komponen kandang. Konsentrasi amonia dari urin dan feses ikan yang tinggi juga dapat berdampak pada kesehatan ikan.
Meski demikian, beberapa jenis ikan juga cenderung membentuk populasi dengan kepadatan tinggi di alam liar (fish school) seperti ikan herring, untuk memudahkan mencari mangsa dan menghindari predator. Para pembudidaya mencoba untuk mengoperasikan sistem pemeliharaan yang sesuai supaya tidak mengurangi rasio konversi pakan (kg pakan kering/kg hasil daging ikan). Pengukuran tingkat kesejahteraan hewan menjadi salah satu metode ilmiah dalam menentukan kesuksesan budi daya ikan.[11]
Pembudidayaan dengan kepadatan tinggi dapat menyebabkan kerusakan habitan di sekitar area pemelihataan. Tingginya feses yang diproduksi dengan campuran sisa pakan dan obat-obatan dapat mencemari perairan setempat.[12] Dekomposisi sisa pakan dan feses dapat meningkatkan populasi bakteri yang mampu menguras kandungan oksigen terlarutsehingga mampu membunuh kehidupan di perairan. Berbagai usaha budi daya seringkali berpindah setelah tempat awal sudah tidak sehat sehingga nelayan yang mengusahakan perikanan tangkap menjadi terganggu oleh kerusakan lingkungan yang diakibatkan para pembudidaya berpindah ini.[13]
Kekhawatiran terhadap keberadaan penyakit dan parasit ikan membuat para pembudidaya menggunakan obat-obatan dan antibiotik untuk menjaga agar tingkat kematian ikan tidak tinggi (meski tidak 100 persen sembuh[14]). Dalam banyak kasus, terutama pemeliharaan di alam terbuka menggunakan sistem kandang, obat-obatan dan antibiotik ini mampu mengalir ke lingkungan di luar area pemeliharaan sehingga mempengaruhi ekosistem sekitar.[15] Penggunaan antibiotik juga dapat menyebabkan hama dan penyakit lebih tahan sehingga menciptakan resistensi antibiotik. Antibiotik juga bersifat persisten dan dapat terkonsumsi oleh manusia.[16] Pemanfaatan vaksin kini lebih ditekankan untuk mengurangi penggunaan obat-obatan dan antibiotik.[17]
CARA MEMBUAT KRIPIK SINGKONG

Cara membuat keripik singkong - Keripik singkong merupakan salah satu jenis cemilan yang disukai hampir semua orang. Mulai dari orang dewasa hingga anak kecil. Tidak sulit untuk menemukan keripik singkong.

Mulai dari yang dibuat dalam kemasan oleh pabrik besar hingga yang dijual di pinggir jalan. Keripik singkong biasa dijual dalam berbagai macam rasa.Tentunya segala makanan yang dibuat di rumah akan lebih baik jika dibandingkan dengan membeli di luar. Keripik ini juga bisa berbahan dasar bakso, bakso secara pengolahannya sendiri bisa menggunakan mesin pembuat bakso yang berkualitas.

Salah satu alasan utamanya adalah karena makanan rumahan pasti lebih sehat dan higienis. Sama halnya juga dengan keripik singkong. Anda bisa membuat keripik singkong sendiri di rumah untuk keluarga. Cara membuat keripik singkong tidak sulit dan tidak membutuhkan terlalu banyak bahan. Berikut ini adalah langkah-langkahnya.

Cara Membuat Keripik Singkong

Cara Membuat Keripik Singkong Renyah Dan Gurih

Bahan: 
• Singkong 1 Kg
• Kapur Sirih 1 sdm
• Air 300 ml

Bumbu yang harus Anda siapkan:

• Garam 5 sdm
• Gula Pasir 2 sdm
• Bawang Putih 5 siung
• Bawang Merah 8 siung
• Minyak Sayur

Cara Membuat keripik singkong:
• Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah: kupas singkong kemudian cuci sampai bersih. Setelah itu potong singkong dengan alat pemotong.
• Siapkan air putih yang sebelumnya sudah dicampur kapur sirih. Masukkan bumbu (Garam, Bawang, dll ) yang sudah dihaluskan ke campuran air dan kapur sirih tadi, setelah itu aduk rata, kemudian rendam selama kurang lebih 1 jam.
• Setelah itu, goreng singkong tersebut dengan api sedang.
• Nah, agar keripik terasa renyah, singkong yang tadi sudah direndam, dikeringkan dulu, dan ketika dikeringkan tak boleh kena sinar matahari secara langsung. Saat singkong sudah benar-benar kering, siapkan dua penggorengan yang sudah berisi minyak sayur. Penggorengan pertama berisi minyak dengan menggunakan api sedang agar singkong jadi setengah matang. Sementara penggorengan yang kedua gunakan minyak dengan api besar. Nah, penggorengan kedua inilah yang digunakan untuk menggoreng singkong sampai matang.
• Jika sudah matang, angkat lalu tiriskan di atas Koran atau kertas bekas, agar minyaknya hilang.
• Maka, kripik singkong renyah pun siap disajikan.

Demikianlah Cara Membuat keripik singkong yang renyah dan gurih Selamat mencoba. Untuk keripik yang sudah jadi bisa di kemas menggunakan vacuum sealer Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih.